PENGANTAR KEAMANAN INFORMASI
PENGANTAR KEAMANAN INFORMASI
UNIVERSITAS BINA DARMA
DOSEN PENGAJAR
TAQRIM IBADI,M.KOM
UNIVERSITAS BINA DARMA
DOSEN PENGAJAR
TAQRIM IBADI,M.KOM
KUMPULAN MATERI KEAMANAN JARINGAN
1.
Pegertian keamanan jaringan
Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu
system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu
jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.
2. Elemne
pembentukan keaman jaringan
Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan :
·
Tembok pengamanan (baik secara fisik maupun maya), yaitu suatu cara
untuk memberikan proteksi atau perlindugan pada jarigan, baik secara fisik
(kenyataan) maupun maya (menggunakan
software)
·
Rencana pengamanan, yaitu suatu rancagan yang nantinya akan di
implementasiakan uantuk melindugi jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman
dalam jaringan
3. Alasan
keaman jaringan sangat penting
Alasan keaman jaringan sangat penting karena
1.
Privacy / Confidentiality
a. Defenisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
b. Privacy
: lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang pemakai
(user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
c.
Confidentiality : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain
untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu
tersebut.
d. Contoh :
data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social
security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor
kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam penggunaan dan
penyebarannya.
e. Bentuk
Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer).
f.
Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan
confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.
2.
Integrity
a.
Defenisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.
b. Contoh
: e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian diteruskan ke
alamat yang dituju.
c.
Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang
mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang
menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.
3.
Authentication
a. Defenisi
: metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau orang yang
mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud.
b. Dukungan
:
· Adanya
Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi
watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu dengan menandai
dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature.
· Access
control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses
informasi. User harus menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang),
dan sejenisnya.
4.
Availability
a.
Defenisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
b. Contoh
hambatan :
·
“denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi
permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar
perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai
down, hang, crash.
·
mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan
ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat
membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.
5. Access
Control
a.
Defenisi : cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan
masalah
b.
authentication dan juga privacy
c.
Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan menggunakan
mekanisme lain.
6.
Non-repudiation
a. Defenisi
: Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan
sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.
4. Dasar
– dasar keamanan jaringan
1.
availability / ketersedian
hanya user tertentu saja yang mempunyai hak akses
atau authorized diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun
2.
Reliability / Kehandalan
Object tetap orisinil atau tidak diragukan
keasliannya dan tidak dimodifikasi dalam perjalanannya dari sumber menuju
penerimanya
3.
Confidentiality / Kerahasiaan
Object tidak diumbar / dibocorkan kepada subject
yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, lazim disebut tidak
authorize
5. Syarat
keaman jaringan
a.
Prevention (pencegahan).
Kebanyakan dari ancaman akan dapat ditepis dengan
mudah, walaupun keadaan yang benarbenar 100% aman belum tentu dapat dicapai.
Akses yang tidak diinginkan kedalam jaringan komputer dapat dicegah dengan
memilih dan melakukan konfigurasi layanan (services) yang berjalan dengan
hati-hati.
b. Observation (observasi).
Ketika sebuah jaringan komputer sedang berjalan, dan
sebuah akses yang tidak diinginkandicegah, maka proses perawatan dilakukan.
Perawatan jaringan komputer harus termasuk melihat isi log yang tidak normal
yang dapat merujuk ke masalah keamanan yang tidak terpantau. System IDS dapat
digunakan sebagai bagian dari proses observasi tetapi menggunakan IDS
seharusnya tidak merujuk kepada ketidak-pedulian pada informasi log yang
disediakan.
c. Response (respon).
Bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan
keamanan suatu system telah berhasil disusupi,maka personil perawatan harus
segera mengambil tindakan. Tergantung pada proses produktifitas dan masalah
yang menyangkut dengan keamanan maka tindakan yang tepat harus segera
dilaksanakan. Bila sebuah proses sangat vital pengaruhnya kepada fungsi system
dan apabila di-shutdown akan menyebabkan lebih banyak kerugian daripada
membiarkan system yang telah berhasil disusupi tetap dibiarkan berjalan, maka
harus dipertimbangkan untuk direncakan perawatan pada saat yang tepat [1]. Ini
merupakan masalah yang sulit dikarenakan tidak seorangpun akan segera tahu apa
yang menjadi celah begitu system telah berhasil disusupi dari luar.
6.
Katagori keaman jarinagn
a.
Interruption
Suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga
menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya
adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b.
Interception
Suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses
pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem
yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c.
Modification
Suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan
perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data,
modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi
pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d.
Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek
palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang
lain.
7. Jenis
– jenis seragan atau gagguan dalam jaringan
a. DOS / DDOS, Denial of Services dan Distributed Denial of Services adalah sebuah metode serangan yangbertujuan untuk menghabiskan sumber daya sebuah peralatan jaringan komputer sehingga layanan jaringan komputer menjadi terganggu.
b. Paket
Sniffing, sebuah metode serangan dengan cara mendengarkan seluruh paket yang
lewat pada sebuah media komunikasi, baik itu media kabel maupun radio. Setelah
paket-paket yang lewat itu didapatkan, paket-paket tersebut kemudian disusun
ulang sehingga data yang dikirimkan oleh sebuah pihak dapat dicuri oleh pihak
yang tidak berwenang.
c. IP
Spoofing, sebuah model serangan yang bertujuan untuk menipu seseorang. Serangan
ini dilakukan dengan cara mengubah alamat asal sebuah paket, sehingga dapat
melewati perlindungan firewall dan menipu host penerima data.
d. DNS
Forgery, Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mencuri
data-data penting orang lain adalah dengan cara melakukan penipuan. Salah satu
bentuk penipuan yang bisa dilakukan adalah penipuan data-data DNS.
e.
Trojan Horse, program yang disisipkn tanpa pengetahuan si pemilik
komputer, dapat dikendalikan dari jarak jauh & memakai timer
f.
Probe : Usaha yang tak lazim untuk memperoleh akses ke dalam suatu sistem/
untuk menemukan informasi tentang sistem tersebut. Dapat dianalogikan sebagai
usaha untuk memasuki sebuah ruangan dengan mencoba-coba apakah pintunya
terkunci atau tidak
g. Scan :
kegiatan probe dalam jumlah besar dengan menggunakan tool secara otomatis. Tool
tersebut secara otomatis dapat mengetahui port-port yang terbuka pada host
lokal/host remote, IP address yang aktif bahkan bisa untuk mengetahui sistem
operasi yang digunakan pada host yang dituju
h.
Account Compromise : penggunaan account sebuah komputer secara ilegal
oleh seseorang yang bukan pemilik account tersebut. Account Compromise dapat
mengakibatkan korban mengalami kehilangan atau kerusakan data.
i. Root
Compromise : mirip dengan account compromise, dengan perbedaan account yang
digunakan secara ilegal adalah account yang mempunyai privelege sebagai
administrator sistem. Akibat yang ditimbulkan bisa mengubah kinerja sistem,
menjalankan program yang tidak sah
8. Perbedaan hacker dengan cracker
a.
Hacker
Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan
sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan
membagikannya dengan orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup
Digital) adalah sebuah kelompok yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang
game dan komputer. Digigumi ini menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk
mengubah teks yang terdapat di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger
berbahasa Inggris dapat diubah menjadi bahasa Indonesia. Oleh karena itu,
status Digigumi adalah hacker, namun bukan sebagai perusak. Hacker disini
artinya, mencari, mempelajari dan mengubah sesuatu untuk keperluan hobi dan
pengembangan dengan mengikuti legalitas yang telah ditentukan oleh developer
game. Para hacker biasanya melakukan penyusupan-penyusupan dengan maksud
memuaskan pengetahuan dan teknik. Rata - rata perusahaan yang bergerak di dunia
jaringan global (internet) juga memiliki hacker. Tugasnya yaitu untuk menjaga
jaringan dari kemungkinan perusakan pihak luar "cracker", menguji jaringan
dari kemungkinan lobang yang menjadi peluang para cracker mengobrak - abrik
jaringannya, sebagai contoh : perusahaan asuransi dan auditing "Price
Waterhouse". Ia memiliki team hacker yang disebut dengan Tiger Team.
Mereka bekerja untuk menguji sistem sekuriti client mereka.
b.
Cracker
Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke
sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan
komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja
melawan keamanan komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang
lain bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya
melakukan cracking untuk keuntungan sendiri, maksud jahat, atau karena sebab
lainnya karena ada tantangan. Beberapa proses pembobolan dilakukan untuk
menunjukan kelemahan keamanan sistem
Komentar
Posting Komentar